Kebertahanan Kosakata Bahasa Bajo dalam Bidang Kelautan pada Siswa Melalui Metode Project Based Learning (Kajian Ekolinguistik)

Arham Paesani, Syamsuddin Syamsuddin, Ida Nur’aeni, Yunidar Yunidar, Ulfah Ulfah

Abstract


This study aims to describe the level of marine vocabulary survival of Bajo language students at SMPN 7 Menui Satap, Morowali Regency, using the Project Based Learning (PBL) method and to identify the ecological and sociolinguistic factors that influence it. This study uses an ecolinguistic approach with a descriptive quantitative design. Data were collected through a vocabulary questionnaire involving 50 students with 100 marine vocabulary items, supported by interviews and documentation. Data analysis was conducted using percentage techniques and interpretive qualitative analysis. The results show that the level of marine vocabulary survival of Bajo language reached 80.72% and is in the category of still surviving. Vocabulary directly related to daily maritime activities shows a high level of survival, while rarely used traditional vocabulary is starting to weaken and is at risk of being lost. Vocabulary survival is influenced by natural factors, such as the condition of the marine environment and the geography of coastal areas, as well as social factors, such as the livelihood of fishermen and language use within the family. Conversely, the dominance of Indonesian in schools, the influence of social media, and the weakening of intergenerational transmission are the main factors in the decline of vocabulary survival. 


Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kebertahanan kosakata bahasa Bajo dalam bidang kelautan pada siswa SMPN 7 Menui Satap Kabupaten Morowali melalui metode Project Based Learning (PBL) serta mengidentifikasi faktor-faktor ekologis dan sosiolinguistik yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekolinguistik dengan desain kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket kosakata yang melibatkan 50 siswa dengan 100 kosakata kelautan, didukung wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase dan analisis kualitatif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebertahanan kosakata bahasa Bajo bidang kelautan mencapai 80,72% dan berada pada kategori masih bertahan. Kosakata yang berkaitan langsung dengan aktivitas maritim sehari-hari menunjukkan tingkat kebertahanan tinggi, sementara kosakata tradisional yang jarang digunakan mulai mengalami pelemahan dan berpotensi hilang. Kebertahanan kosakata dipengaruhi oleh faktor alam, seperti kondisi lingkungan laut dan geografis wilayah pesisir, serta faktor sosial, seperti mata pencaharian nelayan dan penggunaan bahasa dalam keluarga. Sebaliknya, dominasi bahasa Indonesia di sekolah, pengaruh media sosial, dan melemahnya transmisi antargenerasi menjadi faktor utama penurunan kebertahanan kosakata. 


Keywords


Bajo Language; Ecolinguistics; Maritime Affairs; Vocabulary Survival

Full Text:

PDF

References


Adliza, Oktavianus, & Usman, F. (2021). Leksikon Verba dan Nomina Bahasa Tanjung Pucuk Jambi Kabupaten Tebo Provinsi Jambi dalam Lingkungan Perladangan: Kajian Ekolinguistik. Lingua, 18(1), 48–61. https://doi.org/10.30957/lingua.v18i1.671

Andestend, Asmahasana, S., Pebriani, L., & Shaliha, G. P. A. (2024). Serawai sebagai Bahasa Minoritas (Sebuah Kajian Ekolinguistik dalam Pembelajaran dan Pemertahanan). DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 187–198. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i2.913

Chaer, A. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Rineka Cipta.

Dewi, F. I., Akbar, D. M., & Sarimanah, E. (2024). Leksikon Flora dan Fauna dalam Kakawihan Permainan Tradisional Sunda: Kajian Ekolinguistik. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 20(2), 420–430. https://doi.org/10.25134/fon.v20i2.10762

Fauzi, M., & Hermansyah. (2021). Representasi, Relasi, dan Identitas Undang-Undang Laut: Kajian Ekolinguistik Kritis. Jurnal Ilmu Budaya, 17(2), 131–147. https://doi.org/10.31849/jib.v17i2.6241

Hale, K. (1992). On Endangered Languages and The Safeguarding of Diversity. Language, 68(1), 1–42.

Haugen, E. (1972). The Ecology Of Language. Standford University Press.

Jufri, R., Konisi, L. Y., & Sulfiah. (2025). Kebertahanan Kosakata Keladangan Bahasa Kulisusu. Jurnal Bastra, 10(3), 751–768. https://doi.org/10.36709/bastra.v10i3.1156

Kridalaksana, H. (2011). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, I. C., Hetilaniar, & Agustina, J. (2022). Kajian Sastra Ekologis terhadap Novel Arah Langkah Karya Fiersa Besari. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 11(1), 124–133. https://doi.org/10.26499/jentera.v11i1.3897

Manja, N., Widayati, D., & Lubis, R. (2025). Analisis Wacana pada Talkshow Festival LIKE 2 dengan Tema “10 Tahun untuk Sustainabilitas”: Kajian Ekolinguistik Kritis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 2851–2861. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i3.1918

Marpaung, A., Widayati, D., & Maha, R. F. (2024). Analisis Ekolinguistik Kritis: dalam Konteks Pemberitaan Lingkungan “Kaltim Green” di Media Online. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 10(4), 1665–1674.

Muhlhausler, P. (2003). Environment of Language: A Course in Ecolinguistics. Battlebridge.

Ndruru, M. (2020). Leksikon Flora pada Bolanafo bagi Guyub Tutur Nias Kajian Ekolinguistik. Jurnal Education and Development, 8(2), 257–260.

Perangin-Angin, D. M., & Dewi, N. (2020). Merawat Lagu-Lagu Daerah Pagu untuk Pemertahanan Bahasa: Analisis Ekolinguistik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(2), 272–286. https://doi.org/10.26499/rnh.v9i2.2932

Pradita, L. E., & Jendriadi. (2024). Metafora Bahasa Lokal Magelang dalam Perspektif Ekolinguistik. Journal of Education Research, 5(1), 466–478.

Putra, W., Widayati, D., Dardanilaa, & Amanda, S. (2021). Leksikon Kegulmaan pada Masyarakat Jawa di Perkebunan Fajar Agung, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai: Kajian Ekolinguistik. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(1), 198–215. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i1.15432

Putri, L. N. L., Setyonegoro, A., & Priyanto. (2025). Analisis Ekolinguistik terhadap Pemberitaan Isu Lingkungan di Provinsi Jambi. Pena Literasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 112–121. https://doi.org/10.24853/pl.8.1.112-121

Rijal, S., Hasyim, M., Lukman, & Iswary, E. (2023). Konsep Pemeliharaan Lingkungan pada Kata Bakar dalam Bahasa Dayak di Kalimantan Timur: Kajian Ekolinguistik. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 164–177. https://doi.org/10.26499/bah asa.v5i2.726

Silitonga, M., Widayati, D., & Maha, R. F. (2024). Majas pada Poster Pelestarian Habitat Makhluk Hidup: Kajian Ekolinguistik Kritis. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 10(3), 1107–1118. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v10i3.1051

Simanjuntak, E., Widayati, D., & Kudadiri, A. (2024). Pemahaman Remaja terhadap Leksikon Pengobatan Tradisional Kajian Ekolinguistik. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(5), 1807–1821. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15154

Stibbe, A. (2015). Ecolinguistics: Language, Ecology and Stories We Live By. Routledge.

Subiyanto, A. (2013). Ekolinguistik: Model Analisis dan Penerapannya. Humanika, 18(2), 1–9. https://doi.org/10.14710/humanika.18.2

Suwati, Yulizar, M., & Munawarah, I. (2025). Kajian Ekolinguistik Metaforis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Pernikahan Kecamatan Kota Baharu. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 11(4), 1–8.

Widiadnya, I. G. A. V., Putra, I. G. B. W. N., Bagus, I., & Yadnya. (2022). Pergeseran Ekoleksikon Nama Orang Bali: Studi Kasus Kajian Ekolinguistik. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2), 362–375. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i2.21196

Widodo. (2009). Pemertahanan Bahasa Ibu melalui Pendidikan Formal. Gramedia Pustaka Utama.

Wulandari, K. R. (2024). Kebertahanan Kosakata Tanaman Obat Tradisional Bahasa Tolaki di Desa Lalonggaluku Kecamatan Bondola Kabupaten Konawe. Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra, 2(2), 94–104. https://doi.org/10.33772/fvsb4k90

Yuliastutik, R., & Putikadyanto, A. P. A. (2024). Analisis Ekolinguistik Kritis dalam Video Pandawara Group Pembersih Sampah: Perspektif Teun A . Van Dijk. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(5), 184–197. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17206

Yusaria, N. I., Sumitrob, D. S., Soejono, S. R., & Herawati, L. (2025). Analisis Ekolinguistik pada Pantun Melayu Deli. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 14(2), 380–395.




DOI: https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i3.1669

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Bahasa: Jurnal keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is indexed at: 
 
 
 
Publisher by:

Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya with Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI)
 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
Sekretariat: 

 Apartemen Suite Metro

Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Kelurahan Jatisari - Kecamatan Buahbatu Bandung, Jawa Barat 40286